Wednesday, June 14, 2017

Teknik Sablon Cetak Saring

Screen Printing atau dalam bahasa Indonesia bisa disebut sebagai cetak saring atau yang lebih populer dengan sebutan sablon manual.Mendengar kata manual mungkin yang ada difikiran kita adalah cara-cara yang sudah tertinggal dan tidak modern.Seiring perkembangan jaman dengan tehnologi yang semakin canggih dan segala hal-hal yang memudahkan pekerjaan telah banyak kita jumpai didalam industri modern sekarang ini.Begitu juga halnya dalam proses pewarnaan pada textile.
Sablon manual atau bahasa lainnya screen printing atau cetak saring adalah salah satu cara mencetak gambar,tulisan,pemberian warna atau sejenisnya.screen printing atau sablon manual cara sablon ini adalah cara yang paling sederhana namun apabila dalam pengerjaannya telah melalui tahapan-tahapan yang benar dan penuh ketelitian akan menghasilkan sebuah hasil yang bagus atau sebanding dengan hasil pabrikan.Karna hanya terdapat sedikit perbadaan antara sablon manual home industri dengan pabrik besar.Pada prinsip pencetakan atau tahapan-tahapannyapun sama yang membedakan hanya kapasitas produksinya saja.
PERALATAN DASAR SABLON
Alat Utama, Setelah desain menjadi film positif sablon , dibutuhkan perlengkapan sablon diantaranya;
Fungsi dan kegunaan alat-alat
1. SCREEN
Screen adalah salah satu alat yang sudah pasti digunakan dalam proses sablon. Screeen ditujukan untuk pembentukan karakter hasil sablon misalnya tipis atau tebalnya cat atau juga detail suatu gambar. Biasanya bagi seorang sabloner yang sudah berpengalaman pasti mudah untuk memilih screen yang cocok dengan gambar (artwork)
Bingkai Screen, untuk sablon kaos adalah jenis T48, T54, T61 dan T77.T90 dan seterusnya.Pengenalan screen secara baik akan berpengaruh terhadap cetakan.
2. MEJA SABLON
Dalam proses sablon yang baik sudah tentu memerlukan alat –alat yang baik pula guna mengahsilkan sablon yang bagus.Jika ditanyakan keharusan memiliki meja yang bagus dan baik jawabanya adalah ya.Jika ingin meproduksi dalam jumlah besar tentu harus mendapatkan hasil yang konsisten diumpamakan jika hasil sablon pertama dengan hasil sablon ke100 tidak berubah dalam bentuk,posisi,ketebalan. Dipasaran sudah banyak dijual meja pendukung sablon dengan berbagai bentuk dan cara penggunaan. Tetapi satu hal yang harus diperhatikan yang terutama adalah ketelitian (Presisi).Tidak harus mahal bahkan jika anda sudah mengerti dan faham tentang fungsi meja sablon anda bisa membuatnya sendiri. Meja frame ,meja catok,meja rel,rotary dll adalah contoh meja sablon yang biasa digunakan para sabloner.
Shortcuts4all | Free Web Directory | SEO Articles Your Web Directory Shopping Directory
3. PENJEPIT CREEN
Penjepit screen yang disebut catok ini, digunakan jika Anda membutuhkan meja sebagai bantuan. Apabila Anda akan membuat produksi sablon kaos lebih banyak, benda yang satu ini sangat dibutuhkan, Fungsi alat ini adalah sebagai klamp pengikat antar screen dengan kayu atu besi yang telah diberi engsel.
4. PEMOLES EMULSI
Pemoles emulsi sablon untuk mengafdruk,Disarankan untuk menggunakan pemoles emulsi seperti gambar diatas. Pada alat pemoles diatas terdapat dua sisi yang berbeda satu sisi mempunyai bagian yang runcing dan bagian lain memiliki bagian yang tumpul. Perbedaan tersebut ditujukan untuk pungsi tebal dan tipis pada afdruk.Biasanya untuk bagian yang tipis digunakan untuk gambar seperti raster atau sparasi sedangkan yang tumpul biasanya digunakan untuk gambar blok atau cetak tebal. Atau bisa juga dengan menggunakan penggaris atau mistar kecil yang terbuat dari plastik,Tetapi jika boleh saya menyarankan lebih baik menggunakan alat yang sudah jadi .
5.RACKEL ( SQUEEGEE)
Rakel, ada beberapa jenis rakel, tapi kali ini kita membahas rackel untuk kain Rakel dibedakan oleh bentuk dan kegunaan cetakan.Rakel dibedakan dengan bentuk pada ujung jenis rakel. Jika lancip akan menghasilkan cetakan yang tipis, jadi keluarnya cat tidak banyak tetapi detail.biasanya dipakai untuk gambar sparasi atau raster. jika ujung tumpul keluarnya cat lebih banyak dan hasil akan lebih tebal tetapi kurang detai.Rackel jenis ini biasa digunakan untuk gambar blok atau sablon dasar.

6.OBAT AFDRUK
Obat Afdruk .Ada 2 jenis obat afdruk
1. Obat afdruk basis air (water base)
2. Obat afdruk basis minyak (solvent base )
untuk proses dengan media sablon textile seperti kaos dan bahan katun lainya kita memakai obat afdruk berbasis air.Dipasaran terdapat bebrapa merek yang sudah dikenal
seperti ulano,bremol dan ada juga yang tidak bermerk atau curah.
Ulano TZ, emulsi untuk tinta berbasis air,
7. MEJA AFDRUK
Meja ini digunakan untuk pembentukan gambar atau (artwok).Setelah gambar yang telah diedit kemudian diprint dengan menggunakan printer laser kita akan melakukan expose gambar . atu disebut juga dengan burning screen. Mengapa harus dengan printer laser.Karena hasil print dengan menggunakan printer laser akan menghasilkan gambar yang tajam atau focus bila dibandingkan dengan printer inkjet (tinta) biasanya dengan menggunakan printer inkjet terdapat pembesaran (dot gain) atau tidak tajau dan tidak juga focus.
8. TRIPLEX/ ALAS KAOS
contoh triplek untuk kaos potongan contok triplek untuk kaos jadi
Triplek ini dibutuhkan saat kita memulai untuk mencetak.Triplek sebagai alas kaos Agar mendapatkan permukaan yang rata.
9.HOT PRESS
ALAT-ALAT PENDUKUNG
1. Hair Dryer / kipas angin,
2. Penyemprot air (water spray),
3. Sabun colek / krim (bukan deterjen),
4. Lakban Coklat (jika menggunakan lakban bening, akan sulit membaca detail gambar pada screen),
5. Kaca dengan tebal 5mm, ukurannya disesuaikan/harus lebih besar dari luas screen,
6. Bantalan kain hitam, boleh berisi spon,
7. Kayu triplek, seukuran dengan kaos yang akan dicetak, sebelumnya diberi lem stiker terlebih dahulu, fungsinya agar kaos tidak bergeser pada saat disablon. Triplek ukuran kaos S bisa digunakan kaos ukuran L, tapi tidak sebaliknya,
8. Kain perca, disarankan dari bahan kaos juga, agar menyerap air.
Salah satu unsur utama dari usaha distro atau Baju Kaos clothing adalah bagaimana kita bisa mentransfer desain ke Kaos Baju atau produk-produk lainnya.

Nah, kuncinya adalah teknik penyablonan pada
. Berikut salah satu teknik penyablonan dengan cara manual.
Pertama-tama yang harus disiapkan adalah bahan untuk membuat film dan alat sablonnya.
Bahan untuk membuat film adalah:
1. Kaca
2. Busa
3. Pencahayan yang cukup, bisa dari lampu maupun matahari.
Bahan untuk membuat alat Sablon Kaos Digital Sablon Baju Digital atau Manual adalah:
1. Screen
Alat berbentuk mirip bingkai kayu dengan kain khusus di tengahnya. Ukurannya beragam, mulai dari 20×30cm hingga yang berukuran besar.
2. Rakel
digunakan untuk meratakan pasta cat, mirip batang memanjang dengan karet di bagian bawahnya.
3. Meja sablon
4. Triplek (digunakan untuk melapisi bagian dalam kaos ketika disablon)
Bahan untuk membuat adonan warna
1. Cat/tinta sablon
2. Pasta, berupa cairan-cairan tertentu untuk mengatur tingkat kekentalan tinta/cat. Beberapa yang bisa dipakai misalnya cairan M3, M3 super, thinner dll.
3. Ulano
4. Lem kayu
Begitu semua bahan siap (jangan lupa juga siapkan desain gambar yang akan disablon ke kaos), Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut.
1. Lapisi screen dengan ulano. Tunggu hingga benar-benar kering sebelum digunakan.
2. Fotokopi desain yang akan disablon ke fotokopi transaparan.
3. Transfer desain yang telah difotokopi tadi ke screen. Tutup bagian belakannya dengan kaca kemudian tempelkan gambar tadi di belakang screen.
Beck Market - SEO Friendly Shopping Directory Free Shopping Directory Frosty Flower - Hand-Picked Shopping Links iBestLocal Furniture Directory of Great Shopping Sites 4. Lapisi permukaan depan screen dengan busa yang ukurannya sama dengan screen.
5. Setelah “kue lapis” screen tadi terpasang sempurna, hadapkan ke matahari. Waktunya kurang lebih 1 menit. Ingat, jangan terlalu lama atau proses pemindahan film menjadi tidak sempurna. Proses ini bisa juga dilakukan dengan menggunakan cahaya lampu pijar. Hanya waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama.
6. Jika proses pembuatan film telah berhasil(apabila anda sablon manual klo Kaos Digital,Sablon Baju Digital, kita siap mencetak sablon. Siapkan kaos yang akan disablon. Masukan triplek ke dalam kaos untuk menjaga hasil sablom stabil dan sempurna.

7. Letakkan kaos di meja sablon. Kemudian pasang screen yang telah dibubuhi pasta cat ke atasnya. Setelah anda yakin posisinya sudah pas, gesek screen dengan rakel secara merata.
8. Setelah pasta cat rata, angkat screen dari kaos. Keringkan siap digunakan atau lanjut ke proses berikutnya.

Informasi Tambahan Mengenai Printer DTG

Sebagian besar orang awam pasti masih asing dengan istilah printer DTG. Tapi bagi mereka yang berkecimpung di dunia industri percetakan dan garmen, pasti akrab dengan nama ini. Printer jenis DTG (Direct To Garment) adalah printer yang menggabungkan teknologi Head Printer dengan tipe piezo dan menggunakan tinta khusus untuk garmen.
Printer jenis ini dapat digunakan untuk mencetak gambar ke permukaan kaos dengan hasil yang beresolusi tinggi. Jenis kain yang sering digunakan adalah kain katun, PE, dan satin. Mesin printer ini merupakan terobosan baru untuk memudahkan para pelaku industri garmen dalam memproduksi kaos mereka. Selain dapat menekan harga, penggunaan printer ini juga membuat gambar cetakan menjadi lebih tajam dan awet.

Benefit from Quality One-Way Shopping Links Shoppers Junk - Quality Shopping Directory Hand-Picked Shopping Links Be Visible on Shopping Web Directories
Printer DTG Lokal vs Printer DTG Impor
Di pasaran sekarang ini, ada 2 jenis printer DTG yang ditawarkan, yaitu printer impor dan printer lokal. Printer impor biasanya dibuat langsung di negara asalnya. Merknya pun bermacam- macam, seperti Anajet dan Viper. Printer buatan lokal biasanya adalah hasil modifikasi dari printer Epson.

Kedua jenis printer ini jelas memiliki perbedaan, diantaranya:
1.       Bentuk Bodi Mesin
Mesin printer buatan lokal masih buatan tangan, sehingga memiliki kualitas dan presisi yang berbeda- beda. Printer buatan impor dibuat oleh mesin pabrik, sehingga presisinya sama antara satu dengan yang lain.
2.       Biaya Cartridge dan Tinta
Mesin printer buatan impor menggunakan cartridge asli yang tidak dapat diisi ulang, sehingga harga operasionalnya pun akan lebih mahal. Walaupun begitu, penggantian cartridge secara rutin ini dapat menjaga kualitas cetakan sehingga hasilnya pun akan selalu baik.
3.       Servis dan Penggantian Spareparts
Untuk mencari tempat servis dan membeli spareparts, pengguna printer impor akan lebih kesulitan karena minimnya distributor printer resmi, sedangkan para pemilik printer lokal akan merasakan kemudahan yang lebih besar dalam hal ini.

Deco Flower - Niche Shopping Links Directory Choco Diamond - Niche Shopping Directory Be Visible on Shopping Web Directories
Cara Merawat Printer DTG
Memiliki suatu barang sudah pasti harus tahu cara merawatnya. Begitu pula jika Anda memutuskan untuk memiliki printer jenis ini, maka Anda harus tahu bagaimana cara merawatnya. Tidak terlalu sulit sebenarnya, asal Anda mengerti langkah- langkahnya. Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat printer DTG:
1.       Suhu ruangan yang disarankan untuk menyimpan mesin printer ini adalah 25˚C sampai 28˚C, sebab jika terlalu panas maka tinta printer akan berubah teksturnya menjadi seperti karet.
2.       Melakukan Head Cleaning secara rutin. Jangan lupa pula untuk melakukan Nozzle Check. 2 hal ini penting agar hasil cetak yang didapatkan tetap stabil. Selalu kocok larutan tinta putih satu jam sekali sebelum melakukan pencetakan agar hasilnya berkualitas.
3.       Melakukan perawatan rutin dengan cara membersihkan printer. Bagian- bagian yang perlu dibersihkan antara lain wiper blade, capping station, encoder strip, bagian bawah printer, dan belt print carriage. Jika tidak dilakukan, sisa- sisa tinta yang tertinggal dapat menyebabkan gangguan operasional pada printer dan membuat kualitas hasil cetakan menurun.

4.       Atur jarak antara kaos dengan permukaan printer. Jarak yang terlalu dekat menyebabkan permukaan printhead menjadi kotor.
Atur posisi tabung infus tinta dengan kemiringan 30˚dan ketinggian 2 cm dari bawah permukaan printhead. Hal ini bertujuan untuk melancarkan dan menstabilkan distribusi tinta dari mesin menuju kaos, sehingga warna pada cetakan menjadi tajam.